Selasa, 13 Desember 2016

Keunikan teater mancanegara di Asia

a. Keunikan Pencapaian Keaktoran
Banyak bentuk teater Asia yang mementingkan aktor, yaitu ketika aktor bisa bermain bagus setelah melewati proses latihan yang lama. Latihan diperlukan mulai sejak kecil. Murid belajar tentang teknik per-  tunjukan dari guru yang ahli selama bertahun-tahun sebelum mendekati naskah atau tampil dalam suatu pertunjukan. Sebagai contoh, dalam proses latihan untuk sendratari India yang dikenal dengan nama kathakali, akan kita temukan semacam pijatan yang sangat menyakitkan, untuk mendapatkan tubuh yang lentur. Para penari juga harus memiliki kekuatan pada mata, mulut, dan ekspresi muka dan sekitar 600 gerak tangan yang mengandung makna tertentu. Karena sebuah pertunjukan diangkat berdasarkan ketentuan dan adat yang berlaku, mereka memperkuat komunitas mereka dengan menampilkan sikap kekeluargaan, memasyarakat, dan berbagi warisan budaya.

b. Keunikan Kemunculannya 
Seperti dijelaskan kemunculan teater di Asia banyak terpengaru pada segi agama dan religiusitas. Beberapa agama memberikan kontribusinyapada teater di Asia, seperti epik agama Hindu, memunculkan cerita Mahabarata dan Ramayana untuk dipentaskan ke panggung seperti wayang orang di Jawa dan kesenian-kesenian di India. Di Jepang,Zen Buddhism, memunculkan bentuk teater Noh.
c. Keunikan Kostum
Kostum yang digunakan pada teater tradisional mancanegara di Asia adalah kostum yang elegan dengan perpaduan warna yang cerah dan glamour. Dengan asesori yang banyak dan sangat mencolok bahkan terkesan berlebihan

Baca juga ciri-ciri teater modern mancanegara

2. Pesan Moral Teater Mancanegara di Asia
Seperti dijelaskan di depan bahwa banyak agama yang memberikan kontribusinya pada teater Asia. Di Asia Selatan dan Asia Tenggara, mayoritas agamanya Hindu dan Buddha. Pada agama Buddha kita mengenal cerita Sidharta Gautama yang mendapat cahaya Buddha dan Biksu Tong yang merupakan titisan Buddha dan mencari kitab suci ke Barat ditemani oleh empat pengawal pribadinya. Epik agama Hindu, Mahabarata dan Ramayana, yang bercerita mengenai dewa, seperti Krishna dan Rama dan pahlawan seperti Pandawa (perwakilan kebaikan) dan Kurawa (mewakili kejahatan), telah diadaptasi dalam bentuk teater untuk beberapa negara dalam wilayah tersebut. Di Asia Timur, Budha Mahayana, Taoisme, dan Shinto merupakan agama yang banyak dianut dan memiliki arti penting. Pesan moral yang ingin disampaikan pada Teater Asia Timur seringkali mengangkat konflik mengenai keetisan atau kesusilaan, serta lebih terfokus pada kehidupan setelah kematian daripada kandungan ajaran suatu agama.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Keunikan teater mancanegara di Asia

:)
:(
=(
^_^
:D
=D
|o|
@@,
;)
:-bd
:-d
:p